Thursday, June 22, 2017

Presiden Bagikan Sembako Hingga Gang-gang Sempit

Presiden Joko Widodo kembali membagikan ribuan paket sembako Ramadan pada Kamis, 22 Juni 2017. Sejumlah wilayah di Ibu Kota DKI Jakarta menjadi tujuan Kepala Negara hingga masuk ke gang-gang sempit.
Tak aneh, ribuan warga menyambut Kepala Negara dengan suka cita.


Dimulai dari wilayah Jakarta Selatan, Presiden hadir sekira pukul 09.00 WIB. Di sana, Presiden membagikan 2.000 paket sembako untuk warga dua kelurahan, yaitu Kelurahan Tebet Barat dan Tebet Timur.

Kemudian Presiden melanjutkan perjalanan menuju Kampung Guji Baru, Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Sebanyak 2.500 paket sembako diberikan Kepala Negara kepada warga sekitar.

Lapangan Kali Anyar yang ada di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, menjadi lokasi terakhir yang dikunjungi Presiden. Warga dari sembilan RW yang ada di Kelurahan Kali Anyar masing-masing mendapatkan paket sembako yang totalnya berjumlah 5.000 paket.

Tak hanya tiga lokasi tersebut, sejumlah warga yang ada di sekitar jalan yang dilalui Kepala Negara juga mendapatkan paket sembako serupa. Mulai dari tukang ojek, pedagang asongan, hingga para pejalan kaki.


Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Mau Jadi Dewan Perwakilan Rakyat atau Dewan Penipu Rakyat?

Almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah mengritik bahwa anggota DPR seperti taman kanak-kanak (TK). Kritikan Gus Dur itu memang tidak salah, alias cukup masuk akal, baik semenjak Gus Dur masih hidup maupun hingga masa kini. Contoh di masa kini setidaknya dapat dibaca dalam sikap anggota Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang lucu-lucu. Kenapa anggota Pansus Hak Angket KPK di DPR lucu-lucu?
Mural korupsi di Jakarta.(foto BBC)                 
Pernyataan terlucu datang dari Muhammad Misbakhun, salah seorang anggota Pansus Hak Angket KPK. Anggota legislatif itu menyarankan DPR agar membekukan anggaran KPK-Polri pada tahun 2018. Alasannya hanya sepele, karena KPK-Polri menolak menghadirkan Miryam S Haryani ke DPR terkait Pansus Hak Angket KPK. Anehnya, usulan pembekuan anggaran KPK-Polri mendapat dukungan dari anggota Pansus Hak Angket KPK. Di sinilah letak lucunya; pantaskan lembaga penegak hukum sekelas KPK dan Polri dikenai pembekuan anggaran hanya karena menolak menghadirkan seorang Miryam S Haryani ke DPR? Pertanyaan yang muncul kemudian adalah; sepenting apakah posisi seorang Miryam S Haryani jika dibandingkan dengan lembaga penegak hukum sekelas KPK dan Polri?

Menyoal Kewarasan Anggota DPR
Kalau tugas-tugas KPK dan Polri dalam memberantas korupsi dan menjaga keamanan negara sampai macet akibat pembekuan anggaran, di manakah letak fungsi DPR sebagai Dewan Perwakilan Rakyat? Bila pembekuan anggaran itu benar-benar dilakukan dan dampaknya bisa melumpuhkan KPK dan Polri, bukankah DPR bisa disebut sebagai Dewan Penipu Rakyat? Sebab, jika KPK dan Polri tak bisa bertugas dengan baik karena tak ada anggaran operasional, bulankah bisa menimbulkan situasi darurat (korupsi meraja lela dan gangguan kemanan terjadi di mana-mana)?

Benar sekali bahwa DPR punya wewenang mengawasi dan mengevaluasi lembaga-lembaga pemerintah, termasuk KPK dan Polri. Benar sekali bahwa DPR punya Hak Angket dan wewenang lain-lain. Tapi masalahnya, pantaskan pembekuan anggaran dikenakan kepada KPK dan Polri pada tahun 2018 nanti? Apakah anggota Pansus Hak Angket KPK di DPR tidak berpikir bahwa operasional Polri untuk menjaga keamanan Indonesia dari Sabang sampai Merauke membutuhkan anggaran yang tidak sedikit? Di manakah letak kewarasan anggota Pansus Hak Angket KPK di DPR, jika sampai terjadi gangguan keamanan karena Polri tak punya anggaran operasional? Di manakah letak kewarasan anggota Pansus Hak Angket KPK di DPR, jika korupsi di Indonesia malah merajlela karena KPK tak punya anggaran operasional untuk pemberantasan korupsi?

Coba tengok saja tingkat keparahan korupsi di Indonesia yang dinilai masih tinggi. Menurut Indeks Persepsi Korupsi Indonesia (CPI) 2016 yang diumumkkan Transparency International Indonesia (TII), negara tercinta Indonesia ini menempati urutan ke-90 dari 176 negara yang diukur di dunia. Artinya, upaya pemberantasan korupsi di Indonesia harusnya lebih diperkuat lagi.

Wajar saja bila para seniman, budayawan, aktivis antikorupsi dan masyarakat pembenci koruptor melakukan Gerakan "Indonesia Waras" untuk mendukung KPK dan menyatakan menolak hak angket yang digulirkan DPR terhadap KPK. Wajar pula jika Mahfud MD, yang mewakili ratusan guru besar hukum dari universitas negeri maupun swasta di Indonesia, juga memberikan dukungan terhadap KPK. Mahfud MD menilai pengguliran hak angket dan pembentukan pansus angket cacat hukum. Subjek dan objek yang dituju sangat keliru, sebab KPK bukan lembaga pemerintahan. Karena itu, Mafud  mengimbau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar tak mengikuti keinginan DPR terkait hak angket.

Masyarakat Perlu Awasi DPR
Meski pembentukan pansus angket dinilai cacat hukum, anggota DPR tetap ngotot melakukan pembentukan Pansus Hak Angket KPK.Celakanya, anggaran negara yang akan dipakai Pansus Hak Angket KPK  diperkirakan mencapai Rp 3,1 miliar. Hal itu diungkapkan Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa  seperti dilansir Kompas (8/6/2017).  Dan kini, Pansus Hak Angket KPK malah mengusulkan pembekuan anggaran untuk KPK dan Polri.

Untuk itu, sikap lucu anggota Pansus Hak Angket KPK di DPR ini, pantas dipantau oleh masyarakat. Kalau anggota Pansus Hak Angket KPK memang ingin menunjukan diri sebagai Dewan Perwakilan Rakyat, mestinya hal itu diwujudkan dengan kerja-kerja positif yang arahnya untuk membangun bangsa menjadi lebih baik. Namun, jika tindakan anggota Pansus Hak Angket KPK di DPR malah menimbulkan dampak menghancurkan negara, lama-lama DPR bisa dituduh sebagai Dewan Penipu Rakyat dan hal ini bisa berbuntut menimbulkan tuntutan pembubaran DPR. Nah, kini DPR tinggal pilih sendiri; mau jadi Dewan Perwakilan Rakyat atau Dewan Penipu Rakyat?

Semoga saja para anggota Pansus Hak Angket KPK bisa menunjukkan kewarasannya sebagai Dewan Perwakilan Rakyat. Jangan sampai terjadi, para wakil rakyat yang seharusnya dihormati itu malah mendapat sebutan Dewan Penipu Rakyat. Bukan begitu? (@SutBudiharto)

Wednesday, June 21, 2017

Proyek Tol Mangkrak Warisan Soeharto, Dipoles Jokowi Jadi Begini

Proyek jalan tol Bocimi yang mangkrak sejak tahun 1997 silam, ingin diselesaikan oleh Presiden Joko Widodo. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah ditugaskan menyelesaikan pembangunannya. Proses pelaksanaan proyek kini tengah menggarap seksi 1 yang menghubungkan Ciawi dan Cigombong sejauh 15,35 kilometer. Untuk mengetahui perkembangan proyek warisan Soeharto itu, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri meninjau langsung ke lapangan, pada pada 21 Juni 2017.

Foto: Biro Pers Setpres

Bagaimana hasil sidak lapangan Kepala Negara tersebut? "Perkembangannya sangat baik. Dari total 54 kilometer tol Bocimi, ini di seksi 1 sepanjang 15 kilometer progress-nya tidak ada masalah, pembebasan lahan sudah beres semua, konstruksi tidak ada masalah. Kita mau masuk kepada seksi berikutnya, yaitu seksi 2, 3, dan 4," ujar Presiden  di lokasi peninjauan.

Kepada para jurnalis, Presiden menyebut bahwa pembangunan jalan tol ini dinilai sudah sangat mendesak. Apalagi mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengaku pernah merasakan sendiri terjebak dalam kemacetan di wilayah Bogor. "Ini memang sangat diperlukan untuk kemacetan yang dari Bogor, Ciawi, dan Sukabumi. Itu parah sekali, saya pernah merasakan," ucapnya.

Rencananya, pembangunan seksi I ini akan diselesaikan pada tahun ini untuk berlanjut ke seksi 2 pada tahun 2018 mendatang. Presiden memastikan bahwa dirinya akan selalu turun ke lapangan untuk mengawasi jalannya proyek tersebut.

"Ini kita kebut-kebutan, yang paling penting kita cek lapangan tidak ada masalah. Saya selalu kalau di lapangan yang saya tanyakan kepada manajer yang ada di lapangan, masalahnya apa? Tidak ada berarti sudah sesuai dengan progress yang ada," kata Presiden.

Untuk diketahui, hingga Juni 2017, realisasi dari pengerjaan proyek yang dikerjakan oleh beberapa kontraktor tersebut telah mencapai angka 36,52 persen. Diharapkan pada akhir tahun ini, pengerjaan seksi 1 dari jalan tol yang akan menghubungkan Bogor dan Sukabumi ini dapat diselesaikan.

Turut hadir mendampingi Presiden Joko Widodo ialah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Foto: Biro Pers Setpres

Seperti tahu, pada hari ini, 21 Juni merupakan hari ulang tahun Presiden Joko Widodo. Tak aneh, banyak warga yang menyampaikan ucapan selamat ulang tahun.



Tol Baru Brexit - Gringsing yang Mengerikan

Sarana transportasi jalan  tol Brexit - Gringsing sudah dibuka untuk jalur mudik sejak Senin lalu.  Ruas tol Brexit - Gringsing yang masih baru ini mencapai sepanjang 110 km bagian kelanjutan dari tol Pejagan-Brebes Timur yang sudah dioperasikan tahun lalu. Namun setelah pemudik melewati jalan baru ini ada pemandangan yang menyedihkan. Ada keluh kesah pemudik yang cukup bikin sesak hati.  Seperti ini keluh kesahnya.


Live report tol baru Brexit - Gringsing. Kmaren kalo rame ngga niat masuk sini, berhubung sepi jd masuk juga.
1. Udah dibuka jam 2 siang Senin kemaren
2. Jalur dua arah dipake ke arah Semarang semua
3. Jalannya bergelombang hampir sepanjang jalan, boso jowone mumbul mumbul sak dalan dalan

4. Banyak jalan yg naik turun krn dibawah dipake jalan setapak / jalan air, atasnya dipake tol
5. Jembatan masih emergency
6. Rest area masih emergency semua masih pake tenda
7. Toilet portable semua
8. Dan debunya minta ampun, beterbangan ngga karu karuan, kata mas bojo, berasa ikut Paris Dakar hahhahahhaha

9. Semua rambu rambu masih emergency
10. Krn kmaren masuk situ hampir maghrib, jd ngerasain aura kalo malam kesimpulannya medeni, akhirnya kita keluar Pemalang ngga lanjut smape Weleri, eman eman mobile.
11. Perbandingan dng Cipali awal pertama kali buka, lebih OK Cipali dulu
12. Pengalaman 18 thn mudik, kalo arus puncak pasti macet kayak brexit kmaren itu, jalan cuma bisa 40 km/jam, lebih bisa sih cuma pasti mumbul mumbul
13. BBM hrs full, stock makan hrs punya dimobil kalo bawa anak
14. Kalo mau masuk tol baru konsentrasi hrs fokus 100%, bener bener hrs hati hati, ngga boleh meleng
15. Belum ada yg namanya bahu jalan, jd kalo mau berhenti diluar rest area sdh pasti hrs keluar dr aspal beton, keluar ke samping yg jalannya masih pasir

Jd monggo sak kerso mau lewat apa engga
Saran aja, buat mobil yg ngga ada AC jendela hrs dibuka jng berani berani masuk tol baru, dijamin langsung bengek kena debunya
Tapi kalo mau ngerasain aura padang pasir ya sok atuh mangga

Belakangan terungkap, jalan tol fungsional dari Brebes Timur-Gringsing, Batang itu dilaporkan mengalami kerusakan di sejumlah titik. Karena itu jalan baru ini akhirnya ditutup. Kasatgas Tol Kombes Djarod Padakova menyatakan kerusakan ada di ruas Karangjati (Kabupaten Tegal), Sewaka (Pemalang), dan Bojong Kabupaten Pekalongan. Kerusakan itu berupa retakan dan terkelupasnya jalan yang baru berupa lantai dasar atau lean concrete (LC) setebal 10 centimeter. "Informasi yang kami terima dari petugas, memang ada kerusakan bahu jalan tol fungsional di sejumlah titik sepanjang enam kilometer," jelas Djarod di pintu tol Brexit seperti dilansir Tribun Jateng.

Tendangan "Kungfu" Bima Arya Menuai Kritik

Wali Kota Bogor Bima Arya marah besar saat sidak di kawasan Pasar Anyar, Bogor. Orang nomor satu di Kota Bogor itu menendang sepeda motor yang diparkir sembarangan hingga roboh. Namun, tindakan keras Bima itu akhirnya mengundang polemik karena hal itu dilakukan di tengah puasa Ra­madan.

Seperti diberitakan jpnn.com, Bima Arya mengaku tak kuat menahan emosi saat melihat puluhan sepeda motor diparkir sembarangan di tengah jalan hingga bikin macet.  Entah bagaimana mulanya, Bima lalu menendang sejumlah sepeda motor. Usai kejadian, Sat­pol PP Kota Bogor diinstruksikan menertibkan kawasan seki­tar Pasar Anyar, khususnya di ruas Jalan Dewi Sartika, Jalan MA Salmun. "Siapa yang nggak emosi. Ini menyusahkan oran lain. Bikin macet," ujar Bima seperti terlihat dalam rekaman video Pojok Satu.


Belakangan, aksi galak Bima Arya yang main tendang akhirnya menuai kritik seperti dilansir metropolitan.id. “Tegas bukan berarti keras, apalagi disertai den­gan emosi sehingga khawatir malah menambah masalah,” ujar anggota Komisi C DPRD Kota Bogor Zaenul Mutaqin.

Pengamat Hu­kum Ujang Sujai mengang­gap aksi Bima Arya terkesan berlebihan. Seharusnya se­gala sesuatunya dikembalikan ke mekanisme penegakan peraturan daerah (perda), bukan atas dasar emosional pribadi. “Kalau bicara hukum, namanya sudah ada perda, ikuti dong mekanismenya. Bukan justru mengamuk tidak karuan seperti itu. Kalau puasa maka batal itu ibadahnya,” ujar Ujang.

Sekretrais GP Ansor Kota Bogor Badri Al Asy’asri menilai tindakan yang dilakukan Wali Kota Bogor tersebut mem­punyai dampak buruk bagi masyarakat. Apalagi ketika Bima Arya menendang motor yang sedang diparkir sampai terjatuh. Walaupun hal itu merupakan bentuk keke­cewaan Bima Arya atas bu­ruknya penataan pasar yang mengakibatkan kemacetan. “Memang menjadi pemimpin itu tidak mudah. Tetapi cara yang ia lakukan di tengah bulan puasa ini sangat salah. Namun, cara yang dilakukan seharusnya tidak seperti itu,” sindirnya.

Kritik yang dilontarkan terhadap Bima Arya ada benarnya juga. Terlebih, bulan puasa adalah saatnya umat muslim harus menahan nafsu, termasuk amarah. Apa gak takut batal puasanya Pak Wali Kota? Di sisi lain, soal ketertiban kota, mestinya menjadi tanggung jawab Bima Arya sendiri sebagai pemimpin daerah. Seandainya ada warga yang melanggar ketertiban, ya mestinya ditertibkan dengan hukum (entah perda atau undang-undang), dan bukan asal main tendang-tendangan begitu saja. Memangnya Kota Bogor adalah hutan rimba Pak Wali Kota?

Monday, June 19, 2017

Ini Jalur Mudik Lengkap yang Disiapkan Pemerintah

Puncak arus mudik Lebaran tahun ini diprediksi akan terjadi pada Jumat, 23 Juni 2017. Sedang puncak arus balik Lebaran diprediksi terjadi pada hari Minggu, 2 Juli 2017. Untuk mengantisipasi kepadatan lalu-lintas tersebut, pemerintah sudah melakukan berbagai persiapan, antara lain;

  • Jumlah gardu tol yang dioperasikan siap melayani peningkatan lalu lintas baik arus mudik maupun balik pada musim Lebaran 2017
  • Penyiapan petugas di gerbang tol, kendaraan layanan (Ambulance, Derek, dan Rescue), penempatan VMS Mobile,Monitoring Lalu Lintas melalui CCTV dan Moble Aplikasi JMCare sebagai informasi lalu lintas kepada pengguna jalan tol
  • Jalur FungsionalJalan Tol di Trans Jawa dan Trans Sumatera

Seperti diketahui, libur Lebaran pada tahun 2017 ini ditetapkan dimulai hari Jumat tanggal 23 Juni hingga hari Minggu 2 Juli 2017 (9 Hari). Sehingga periode libur kali ini hanya 1 (satu) hari lebih sedikit dibanding libur lebaran tahun 2016 (2 – 10 Juli 2016). Namun lalu lintas arus Mudik dan Balik Lebaran 2017 diprediksi sedikit lebih tinggi daripada lalu lintas Lebaran 2016 akibat penambahan jalur fungsional dari Brebes Timur sampai dengan Semarang.



Jalur Lebaran 2017 Trans Jawa (Brebes Timur – Surabaya) & Trans Sumatera 

Jalan Nasional non tol:
Ø Melewati 4 fly over yang akan digunakan saat mudik Lebaran 2017
Ø Pekerjaan sudah tuntas H-10
Ø Jalur-jalur alternatif lain sudah disiapkan oleh Kemenhub dan Polri

 Rencana jalan tol fungsional Lebaran 2017 Trans Jawa:
Ø Trans Jawa sepanjang ± 397 km
1. Brebes Timur s/d Ngaliyan ± 145 Km
2. Semarang s/d Surabaya sepanjang ± 252 km
   (Fungsional: 165 km dan Operasi: 88 km)
Ø Sudah melewati 4 titik macet (Tegal, Batang, Pekalongan, Alas Roban)


Rencana jalan tol fungsional Lebaran 2017 Trans Sumatera:
Ø Trans Sumatera sepanjang ± 65 km
1. Bakauheni – Terbanggin Besar Paket 2 Segmen Lematang – Kotabaru: 5,03 km
2. Palembang – Indralaya Seksi 1 Palembang – Pamulutan: 7,75 km
3. Medan Binjai Seksi 2 Helvetia – Semayang (6,18 km) dan Seksi 3 Semayang –
Binjai: 4,28 km
4. Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi (Parbarakan – Sei Rampah) : 41,65 km


Informasi selengkapnya bisa download di bawah ini.
DOWNLOAD JALUR FUNGSIONAL LEBARAN 2017

Presiden Tarik Full Day School

Setelah mendapat penolakan masif dari masyarakat, Presiden Joko Widodo akhirnya akan menata ulang Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) yang mengatur tentang kegiatan belajar mengajar lima hari. Rencana peninjauan ulang Permendikbud tentang full day school ini diungkap Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. Ma'ruf Amin, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 19 Juni 2017.

Langkah diambil Presiden tersebut sebagai respons atas aspirasi yang berkembang di masyarakat mengenai model pendidikan di Indonesia. "Presiden akan melakukan penataan ulang terhadap aturan itu dan juga akan meningkatkan regulasinya dari yang semula Peraturan Menteri (Permen), mungkin akan ditingkatkan menjadi Peraturan Presiden (Perpres)," ujar Ma'ruf Amin.



Penataan ulang terhadap aturan itu nantinya akan melibatkan sejumlah menteri terkait dan juga masyarakat sehingga apa yang diinginkan oleh masyarakat dapat dituangkan dalam aturan yang akan dibuat itu.

"Di dalam penyusunannya akan melibatkan selain menteri-menteri terkait seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, mungkin juga ada kaitannya dengan Menteri Dalam Negeri, juga akan melibatkan nanti ormas-ormas Islam termasuk melibatkan MUI, NU, Muhammadiyah, dan ormas-ormas yang lain," ucapnya.

Adapun persoalan yang dibahas dalam aturan tersebut diharapkan tidak lagi hanya mengatur waktu atau lamanya pembelajaran saja, tapi juga secara menyeluruh.

"Diharapkan bahwa peraturan itu menyeluruh, komprehensif dan bisa menampung aspirasi-aspirasi yang berkembang di masyarakat," tutur K.H. Ma'ruf Amin.

Pemerintah juga berkomitmen untuk melakukan penguatan karakter para pelajar Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menangkal kemungkinan berkembangnya paham-paham radikalisme.

"Mungkin judulnya akan diganti bukan lima hari sekolah (LHS) tetapi mungkin yaitu pendidikan penguatan karakter," ucap Ma'ruf Amin.

Dirinya pun berharap peraturan tersebut akan segera diselesaikan sehingga keharmonisan di masyarakat kembali tercipta.

"Mudah-mudahan tidak terlalu lama Perpres ini akan bisa dihasilkan dan suasana akan menjadi harmoni, tenang, dan tidak ada masalah lagi," ujar Ma'ruf Amin.

Untuk diketahui, K.H. Ma'ruf Amin siang ini bertemu dengan Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Istana Merdeka, Jakarta.


Sumber: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Sahur On The Road Berdarah dan Isu Radikalisme

Semenjak Ramdhan ini istilah Sahur On The Road kerap muncul di media sosial. Hal itu sering diungkapkan oleh mereka yang biasa melakukan sahur di jalan. Aktivitas Sahur On The Road itu tentunya berkaitan dengan ibadah puasa yang dijalankan umat muslim. Karena menjadi bagian dari ritual ibadah agama, Sahur On The Road mestinya berisi kegiatan yang positif dan jauh dari hal-hal jahat. Tapi faktanya tidak selalu demikian. Sebab, ada juga sekelompok warga peserta Sahur On The Road yang berbuat onar hingga terjadi beristiwa berdarah seperti yang terjadi di dekat patung Ondel-ondel, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, 17 Juni 2017.
Tweet Radiao Elshinta
Dalam peristiwa itu, di antara peserta  Sahur On The Road ada yang nekat menusuk anggota TNI.  Akibat penyerangan sekelompok peserta  Sahur On The Road itu Prajurit Dua Ananda Puji Santoso, 22 tahun, harus menjalani perawatan di rumah sakit karena luka tusuk di perut.

Keterangan Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Suyudi Ario Seto,  yang dilansir Tempo, menyebutkan, peristiwa itu terjadi pada pukul 23.47, Sabtu, 17 Juni 2017. Saat itu, korban sedang ngopi bersama teman-temannya. Kemudian, ada kelompok sahur on the road menghampiri dan berteriak kasar.Dua orang di antaranya mengeluarkan celurit.

Merasa dirinya terancam, Ananda Puji buru-buru menghindar. Namun kelompok penyerang tetap mengejar. Ananda Puji jatuh tersungkur setelah pinggang kirinya kena tusuk. Dua teman Ananda datang menolong. Mereka membawa prajurit TNI itu ke rumah sakit. Sedangkan kelompok penyerang kabur dari tempat itu.

Teman-teman Ananda yang diduga juga anggota TNI AD malam itu berbondong-bondong datang ke rumah sakit. Mereka juga mendatangi Polsek Gambir untuk meminta informasi. Selanjutnya, mereka berkeliling mencari kelompok yang menyerang Ananda itu.

Berdasarkan keterangan saksi, kelompok sahur on the road itu kabur ke kawasan Jalan H. Jiung, tak jauh dari kawasan Patung Ondel-Ondel. Di sana, mereka berbuat onar dengan menyerang anak-anak dan penduduk setempat.

Mendadak ada sebuah mobil Daihatsu Alya warna putih berputar arah melawan arus dan menabrak kelompok sahur on ther road. Mobil itu menggilas beberapa orang hingga satu tewas. Korban meninggal diketahui bernama Andrian Dwi Nanda, 18 tahun. Sedangkan korban bernama Abdul Qosim, 32 tahun, kritis karena luka di sekujur tubuh dan kepala.

Pengemudi mobil Alya itu sempat keluar dari mobil dan menembakkan senjata api ke udara. Dia kemudian kabur ke arah Ancol. Diduga insiden ini berkaitan dengan penyerangan terhadap Ananda Puji. Polisi belum mengetahui identitas pengemudi itu maupun kelompok sahur on the road. Saat ini polisi meminta keterangan dari lima anggota TNI terkait dengan kasus ini.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah; kenapa aktivitas Sahur On The Road berubah jadi sangar begitu hingga anggota TNI dikeroyok dan ditusuk? Bagaimana nalarnya peserta Sahur On The Road sampai ada yang membawa celurit atau senjata tajam? Bagaiman nalarnya peserta Sahur On The Road berperilaku kasar? Bagaimana nalarnya, peserta Sahur On The Road juga berbuat onar dengan menyerang anak-anak dan penduduk tak jauh dari TKP? Peristiwa Sahur On The Road yang terjadi di dekat patung Ondel-ondel, Kemayoran, Jakarta Pusat, ini sungguh sulit dipahami. Apakah gejala ini berkaitan dengan isu radikalisme yang belakangan ini santer jadi pembicaraan? Semoga hal ini juga menjadi perhatian aparatur pemerintah terkait.(***)

Sunday, June 18, 2017

Tim nasional U-16 Indonesia boyong gelar juara Tien Phong Plastic Cup 2017

Tim nasional U-16 Indonesia berhasil memboyong gelar juara Tien Phong Plastic Cup 2017 setelah berhasil menang telak 11-0 atas China Taipei pada pertandingan pamungkas Tien Phong Plastic Cup 2017 di San Van Dong Hoa Xuan Stadium, Minggu (18/6/2017). Garuda muda bisa juara karena tuan rumah Vietnam butuh gelontoran 10 gol ke gawang Myanmar jika ingin menyodok posisi Indonesia. Namun hasilnya Vietnam hanya bermain imbang dengan Myanmar(0-0).



Pada babak pertama, timnas U-16 sudah unggul tiga gol atas lawannya. Hamsa Lestaluhu membuka kemenangan timnas pada menit ke-10, disusul gol dari Rendy Juliansyah (26’, 37’). Tim asuhan Fakhri Husaini kembali mengamuk pada babak kedua dengan mencetak delapan gol tambahan.

Hasil itu membuat timnas U-16 berada di posisi puncak klasemen dengan koleksi tujuh poin dari tiga pertandingan. Sementara Vietnam pada laga terakhir hanya bisa bermain imbang 0-0 dengan Myanmar. Hasil imbang tim tuan rumah tersebut membuat Timnas U-16 Indonesia juara Tien Phong Plastic Cup. Indonesia berhasil meraih point 7 dengan dua kali menang atas Myanmar dan China Taipei dan imbang dengan Vietnam.

Selain berhasil Juara, Indonesia juga berhasil meraih gelar Top Skor melalui Rendy Juliansyah dan juga Tim Indonesia mendapat gelar Fair Play Award.Keberhasilan ini disambut suka cita oleh masyarakat Indonesia dengan meluapkan kegembiraan melalui media sosial. Selamat Garuda U16, semoga kalian jadi tim masa depan.

Kenapa "Hari Raya Kematian" Selalu Datang Tiap Lebaran?

Tak terasa Hari Lebaran sudah akan datang lagi. Kesibukan orang berbelanja dan mobilitas arus lalu lintas pemudik, pasti juga akan terjadi peningkatan. Tiap kali Lebaran datang, ada satu hal yang selalu Saya khawatirkan, yakni selalu disertai dengan datangnya "Hari Raya Kematian". Kenapa selalu ada "Hari Raya Kematian"? Karena tiap Lebaran selalu ada ratusan orang meninggal akibat kecelakaan lalu-lintas sealama masa mudik dan balik.


Menurut data 2013, jumlah korban meninggal dunia dalam arus mudik dan balik Lebaran tahun 2013 mencapai 686 jiwa. Sedang korban meninggal dunia dalam arus mudik dan balik Lebaran pada tahun 2016 turun menjadi 504 jiwa. Walau jumlah korban tewas akibat lakalantas ini ada trend penurunan, namun jumlahnya tetap terbilang tinggi, yakni selalu di atas 400 jiwa.

Berdasarkan data yang dilansir Korlantas Polri, angka kecelakaan dan korban meninggal dalam arus mudik 2016 mengalami penurunan. Penurunan pada periode H-6 atau Kamis (30/6/2017) hingga H+6 atau Rabu (13/7/2018) disebut signifikan. Jumlah kecelakaan lalu lintas periode tersebut pada 2016 tercatat 2.719 kecelakaan atau turun 8,60 persen dibanding periode yang sama pada Lebaran 2015 sebanyak 2.975 kecelakaan. Begitu pun dengan korban meninggal dunia sebanyak 504 orang atau turun 16,83 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 606 korban.

Para aparatur pemerintah sebenarnya sudah melakukan antisipasi pencegahan terjadinya kecelakaan tiap  masa Lebaran. Hal itu bukan hanya dilakukan Kemnterian Perhubungan dan Polri saja, tapi lembaga dan kementerian terkait lainnya juga ikut turun tangan. Contohnya seperti yang dilakukan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Sejak jauh hari sebelum lebaran datang, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono  sudah terjun ke lapangan. Doktor Teknik Sipil lulusan Colorado State University itu mengecek langsung kondisi infrastruktur transportasi yang akan dipakai para pemudik nanti. Pendek kata, Basuki Hadimuljono sudah "Bekerja Keras Demi Para Pelintas" seperti yang dipaparkan Jojo Raharjo.  Persiapan yang dilakukan Kemnterian Perhubungan dan Polri dalam menghadapi masa Lebaran tentunya jauh lebh detail lagi.

Polri mislanya, tiap Lebaran pasti selalu menyiapkan Posko-Posko pemantauan maupun Posko untuk peristirahatan bagi para pemudik. Hal itu dilakukan hampir di tiap daerah, sejak dari Aceh hingga Papua. Kendati demikian, kasus kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa tetap saja tinggi. Faktor-faktor yang bisa menimbulkan kecelakaan pada masa Lebaran memang banyak. Namun dari sekian banyak kasus kecelakaan tiap Lebaran, faktor human error atau lemahnya disiplin pengguna alat trasportasi dalam berlalu-lintas juga punya peran besar yang bisa memicu terjadinya kecelakaan. Untuk mematuhi rambu-rambu lampu lalu-lintas perempatan jalan saja terasa masih susah tertib, apalagi menghadapi hal-hal yang lebih rumit lagi?

Untuk itu, pada masa Lebaran tahun 2017 ini, mari kita membuka lagi kesabaran lebih lebar lagi untuk mendukung aparatur pemerintah dalam mewujudkan Mudik yang aman dan lancar. Karena melalui budaya tertib itulah, datangnya "Hari Raya Kematian" bisa diminimalisir. Kalau kita sendiri enggan tertib berlalu-lintas, bisa jadi "Hari Raya Kematian" itu akan menimpa diri kita sendiri. Bukan begitu?  (@SutBudiharto)