Latest Updates

Puisi William Butler Yeats : Kalau Kau Tua

 Kalau Kau Tua 

kalau kau tua, dan kelabu, dan pengantuk
terkantuk-kantuk dekat pendiangan, ambil buku ini dan baca perlahan
dan khayalkan sebuah tatapan lembut
yang dulu milik matamu, juga lekuknya yang dalam

berapa banyak yang pernah mengagumi saat-saat riangmu
dan mencintai kemolekanmu dengan cinta murni atau palsu
namun hanya satu yang mencintai jiwamu suci
serta mencintai kerut wajahmu yang tak muda lagi


sambil membungkuk di samping api membara
gumamkan sedikit sedih, bagaimana cinta pun terbang
dan melayang di atas gunung tinggi jauh di sana
dan menyembunyikan mukanya di antara kerumunan bintang

W.B. Yeats

William Butler Yeats dilahirkan di Sandymout Irlandia pada tahun 1865. Masa kanak-kanaknya dihabiskan di sebuah desa kecil di Sligo yang masih alami, lalu belajar seni di Dublin. Ia memutuskan untuk memusatkan perhatian pada puisi ketika mengalami masa-masa sulit dalam kehidupannya semenjak pindah ke London pada tahun 1888.

Kumpulan puisi pertamanya adalah The Wandering of Oisin (1889), disusul kumpulan-kumpulan puisi lain, diantaranya The End among The Reds (1899), The Wild Swans at Coole (1917), dan The Tower (1928). Semasa hidup Yeats banyak melakukan perjalanan ke luar negeri, seperti Perancis dan Italia, namun ia senantiasa kembali ke tanah airnya untuk mendapatkan ilham bagi karya-karyanya. Yeats menerima hadiah nobel Kesusasteraan tahun 1923 dan meninggal di Nice, Perancis tahun 1939.

Puisi Pablo Neruda: Aku Tidak Mencintaimu

 Aku Tidak Mencintaimu 

Aku tidak mencintaimu jika kau mawar yang pahit
Atau kemboja, atau anak panah yang meluncur dengan api yang padam
Aku mencintaimu sebagai sesuatu yang samar-samar dicintai
Rahasia yang tergeletak antara jiwa dan bayang-bayangnya

Aku mencintaimu sebagai tumbuhan yang tak kunjung berbunga
Dan selalu memancarkan cintanya lewat daun-daunnya yang menyala
Terimakasih atas cintamu yang harum
Yang tersimpan di kegelapan tubuhku

aku mencintaimu tanpa tahu mengapa, kapan dan untuk apa
aku mencintaimu begitu saja
tanpa pertimbangan dan keangkuhan

dan dimanapun kau berada,
bila kau katupkan lenganmu di dadaku jadilah itu lenganku
dan bila matamu terpejam, aku pun ikut bermimpi
***
diterjemahkan oleh Alfiyan Harfi

Puisi-Puisi Hermann Hesse 2

SERBA FANA

Dari pohon hidupku,
daun demi daun gugur,
O dunia aneka ragam,
Kau membosankan daku,
Kau membosankan dan menjemu,
Kau memabuk daku!
Yang kini masih bernyala,
Tak lama padam,
Tak lama angin mendesir,
Di atas kuburku jingga,
Di atas sang bayi kecil
Sang ibu nekurkan kepala,
Ku mau lihat lagi matanya,
Pandangnya adalah bintangku,
Segala lain boleh penyap dan pupus,
Segala mati,semua suka mati
Hanya sang ibu abadi yg tinggal,
Pangkal kita semua,
Jarinya sambil bermain,menulis
Nama kita di udara kelak.
***


MALAM MUSIM DINGIN

Lidah api berkerlip-kerlip di cerobong pemanas
Di seberang jendela langit kelabu dan gumpalan salju jatuh
Melewati kepayahan menuju malam dukacita
Musim panas yang lewat merembet gaungnya

Sekarang aku berterima kasih pada masa kanak-kanakku
Dongeng-dongeng yang lama terlupakan berhamburan
Suara lonceng dan sepatu perak
Anak Tuhan berjalan menyeberangi malam yang putih

***




Hermann Hesse (lahir 2 Juli 1877 – meninggal 9 Agustus 1962 pada umur 85 tahun) ialah penyair, novelis, dan pelukis Jerman-Swiss. Pada 1946, ia menerima Penghargaan Nobel dalam Sastra. Karya terkenalnya ialah Steppenwolf, Siddhartha, dan The Glass Bead Game (juga dikenal sebagai Magister Ludi).
Pada 1943 karya-karya Hesse dimasukkan dalam daftar terlarang oleh Nazi. Setelah menerima Nobel Hesse tak lagi menerbitkan karya besar. Pada 1945 sampai 1962 dia menulis sekitar 50 puisi dan 32 ulasan, yang sebagian besar untuk koran-koran di Swiss. Hesse meninggal pada 9 Agustus 1962 di usia 85 tahun. Pada 1960-an dan 1970-an Hesse menjadi tokoh pujaan para pembaca muda. Pada 1969 sebuah kelompok musik rock California mengambil judul novel Hesse, Steppenwolf, sebagai nama band mereka, dan merilis ‘Born to be Wild.’ Buku-buku Hesse mendapat perhatian besar dari pembaca gerakan New Age, dan dia masih menjadi salah seorang penulis Jerman yang paling laris di seluruh dunia.

Puisi-Puisi Hermann Hesse 1

KEBAHAGIAAN
Selama engkau mengejar kebahagiaan
engkau belum matang untuk berbahagia
biarpun milikmu segala kesayangan.

Selama engkau ngeluh karena ada yang hilang
dan punya tujuan serta tiada tenang,
kau belum tahu apa arti kedamaian.

Baru setelah engkau lepaskan segala keinginan
tak kenal lagi hasrat dan tujuan
tak lagi nyebut nama kebahagiaan
maka banjir segala kejadian tak lagi nyentuh hatimu
dan jiwamu akan tenang.
***




NOVEMBER

Hutan menjatuhkan dedaunan
Kabut lembah menggantung berat
Ada arus tanpa berkilap
Hutan tak ada gemuruh lagi

Datang badai bersiul
Dan menggoyang rambut-rambut kemilau
Dan menyapu genggaman dengan kuat
Bumi terang dari kabut

November yang tak berdaun dan bercabang
Bukan kecantikan yang dinilai
Burung takut di sarang
Petani kedinginan di tungku

Kosong dan pecah dalam kepingan
Apa yang tak pernah digenggam
Dan malam terobek serta mati
Tersulutlah lampu siang

***








Hermann Hesse (lahir 2 Juli 1877 – meninggal 9 Agustus 1962 pada umur 85 tahun) ialah penyair, novelis, dan pelukis Jerman-Swiss. Pada 1946, ia menerima Penghargaan Nobel dalam Sastra. Karya terkenalnya ialah Steppenwolf, Siddhartha, dan The Glass Bead Game (juga dikenal sebagai Magister Ludi).
Pada 1943 karya-karya Hesse dimasukkan dalam daftar terlarang oleh Nazi. Setelah menerima Nobel Hesse tak lagi menerbitkan karya besar. Pada 1945 sampai 1962 dia menulis sekitar 50 puisi dan 32 ulasan, yang sebagian besar untuk koran-koran di Swiss. Hesse meninggal pada 9 Agustus 1962 di usia 85 tahun. Pada 1960-an dan 1970-an Hesse menjadi tokoh pujaan para pembaca muda. Pada 1969 sebuah kelompok musik rock California mengambil judul novel Hesse, Steppenwolf, sebagai nama band mereka, dan merilis ‘Born to be Wild.’ Buku-buku Hesse mendapat perhatian besar dari pembaca gerakan New Age, dan dia masih menjadi salah seorang penulis Jerman yang paling laris di seluruh dunia.

Cinta yang Agung

Cinta yang Agung
adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya..
adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia..
adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
turut berbahagia untukmu’

Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu…
biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas LAGI ..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati bersamanya…

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang..
MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh

Indikator Bahagia Orang Ternama Indonesia

Apa yang kita dapat dari kebahagian?
Kenikmatan? Ah, kebahagiaan itu bukan soal kenikmatan.
Sebab, kebahagiaan belum tentu memberikan kenikmatan.
Kenikmatan itu hanya berhubungan dengan hal-hal yang menyenangkan.
Lantas, apa dong yang kita dapat dari kebahagian?
Kesenangan? Ah, juga bukan.
Hal yang menyenangkan hati memang bisa menjadi bagian dari kebahagiaan.
Tapi, tidak semua kesenangan akan mampu memberikan kebahagian.
Hanya kesenanan tertetu saja yang mampu memberikan kebahagiaan.
"Terus, lha piye karepmu kuwi?" temanku jadi balik bertanya. "Tanya kok aneh-aneh. Jangan-jangan kowe iki wis edan. Iyo to, kowe iki edan alias gendeng?" tegas temanku.
"Tdak. Aku tidak edan. Tapi mereka ini lho yang edan," jawabku sambil menunjuk sejumlah foto orang-orang ternama di Indonesia yang terpampang menjadi berita di sebuah koran. "Orang-orang ternama Indonesia inilah yang edan, bukan aku," jelasku sambil menunjuk koran.
Kenapa Orang-orang ternama Indonesia ini edan? Karena mereka bingung memahami kebahagiaan. Mereka itu sesungguhnya bingung bagaimana caranya bisa bahagia.
Apa akibatnya ketika Orang-orang ternama Indonesia ini bingung membangun kebahagiaan? Indonesia ini yang jadi korban. Kenapa demikian? Karena korupsi dan kolusi dijadikan senjata untuk mengejar kebahagiaan yang mereka cari. Mereka pikir, kekuasaan dan jabatan yang mereka beli dengan suap akan mampu membahagiakannya. Mereka pikir, dengan harta korupsinya akan mampu bahagia dengan membeli segala hal yang bisa menyenankan hatinya.
Tapi apa nyatanya? Orang-orang ternama Indonesia ini, tetap gagal bahagia; meski punya jabatan dan harta di sana-sini. Mereka itu masih gagal total meraih kebahagiaan. Mereka masih bingung untuk bahagia.
"Ah, jangan sok tahu ah. Bagaimana kau bisa tahu Orang-orang ternama Indonesia ini gagal bahagia? Jangan ngawur kamu ya.." cibir temanaku.
"Lho, ini tidak ngawur. Indikator mereka tidak bahagia itu sangat jelas kok," jawabku.
"Apa itu indikator tidak bahagia?" tanya temanku.
[kasih tahu gak ya... ]

Jalan Sufi Jalaluddin Rumi

Kumpulan puisi di bawah ini adalah karya Jalaluddin Rumi yang dikutip dari Jalan Sufi; Reportase Dunia Ma'rifat dari Idries Shah. Judul asli bukunya adalah The Way of the Sufi dan diterjemahkan oleh Joko S. Kahhar dan Ita Masyitha.

Kutipan puisi di bawah adalah nukilan dari karya besar Rumi, Matsnawi-i-Ma'anawi (Couplets of Inner Meaning); Percakapan informalnya (Fihi ma Fihi), surat-surat (Maktubat), Diwan dan hagiografi Manaqib al-Arifin.






SEBERAPA JAUH ENGKAU DATANG!
Sesungguhnya, engkau adalah tanah liat. Dari bentukan mineral, kau menjadi sayur-sayuran. Dari sayuran, kau menjadi binatang, dan dari binatang ke manusia. Selama periode ini, manusia tidak tahu ke mana ia telah pergi, tetapi ia telah ditentukan menempuh perjalanan panjang. Dan engkau harus pergi melintasi ratusan dunia yang berbeda.

JALAN
Jalan sudah ditandai.
Jika menyimpang darinya, kau akan binasa.
Jika mencoba mengganggu tanda-tanda jalan tersebut,
kau melakukan perbuatan setan.

EMPAT LAKI-LAKI DAN PENERJEMAH
Empat orang diberi sekeping uang.
Pertama adalah orang Persia, ia berkata, "Aku akan membeli anggur."
Kedua adalah orang Arab, ia berkata, "Tidak, karena aku ingin inab."
Ketiga adalah orang Turki, ia berkata, "Aku tidak ingin inab, aku ingin uzum."
Keempat adalah orang Yunani, ia berkata, "Aku ingin stafil."
Karena mereka tidak tahu arti nama-nama tersebut, mereka mulai bertengkar. Mereka memang sudah mendapat informasi, tetapi tanpa pengetahuan.

Orang bijak yang memperhatikan mereka berkata, "Aku tidak dapat memenuhi semua keinginan kalian, hanya dengan sekeping uang yang sama. Jika kalian jujur percayalah kepadaku, sekeping uang kalian akan menjadi empat; dan keempatnya akan menjadi satu."

Mereka pun tahu bahwa sebenarnya keempatnya dalam bahasa masing-masing, menginginkan benda yang sama, buah anggur.

AKU ADALAH KEHIDUPAN KEKASIHKU
Apa yang dapat aku lakukan, wahai ummat Muslim?
Aku tidak mengetahui diriku sendiri.
Aku bukan Kristen, bukan Yahudi,
bukan Majusi, bukan Islam.
Bukan dari Timur, maupun Barat.
Bukan dari darat, maupun laut.
Bukan dari Sumber Alam,
bukan dari surga yang berputar,
Bukan dari bumi, air, udara, maupun api;
Bukan dari singgasana, penjara, eksistensi, maupun makhluk;
Bukan dari India, Cina, Bulgaria, Saqseen;
Bukan dari kerajaan Iraq, maupun Khurasan;
Bukan dari dunia kini atau akan datang:
surga atau neraka;
Bukan dari Adam, Hawa,
taman Surgawi atau Firdaus;
Tempatku tidak bertempat,
jejakku tidak berjejak.
Baik raga maupun jiwaku: semuanya
adalah kehidupan Kekasihku ...

BURUNG HANTU DAN ELANG RAJA
Seekor elang kerajaan hinggap di dinding reruntuhan yang dihuni burung hantu. Burung-burung hantu menakutkannya, si elang berkata, "Bagi kalian tempat ini mungkin tampak makmur, tetapi tempatku ada di pergelangan tangan raja." Beberapa burung hantu berteriak kepada temannya, "Jangan percaya kepadanya! Ia menggunakan tipu muslihat untuk mencuri rumah kita."

DIMENSI LAIN
Dunia tersembunyi memiliki awan dan hujan,
tetapi dalam jenis yang berbeda.
Langit dan cahaya mataharinya, juga berbeda.
Ini tampak nyata,
hanya untuk orang yang berbudi halus --
mereka yang tidak tertipu oleh kesempurnaan dunia yang semu.

MANFAAT PENGALAMAN
Kebenaran yang agung ada pada kita
Panas dan dingin, duka cita dan penderitaan,
Ketakutan dan kelemahan dari kekayaan dan raga
Bersama, supaya kepingan kita yang paling dalam
Menjadi nyata.

KESADARAN
Manusia mungkin berada dalam keadaan gembira, dan manusia lainnya berusaha untuk menyadarkan. Itu memang usaha yang baik. Namun keadaan ini mungkin buruk baginya, dan kesadaran mungkin baik baginya. Membangunkan orang yang tidur, baik atau buruk tergantung siapa yang melakukannya. Jika si pembangun adalah orang yang memiliki pencapaian tinggi, maka akan meningkatkan keadaan orang lain. Jika tidak, maka akan memburukkan kesadaran orang lain.

DIA TIDAK DI TEMPAT LAIN
Salib dan ummat Kristen, ujung ke ujung, sudah kuuji.
Dia tidak di Salib.
Aku pergi ke kuil Hindu, ke pagoda kuno.
Tidak ada tanda apa pun di dalamnya.
Menuju ke pegunungan Herat aku melangkah,
dan ke Kandahar Aku memandang.
Dia tidak di dataran tinggi
maupun dataran rendah. Dengan tegas,
aku pergi ke puncak gunung Kaf (yang menakjubkan).
Di sana cuma ada tempat tinggal
(legenda) burung Anqa.
Aku pergi ke Ka'bah di Mekkah.
Dia tidak ada di sana.
Aku menanyakannya kepada Avicenna (lbnu Sina) sang filosuf
Dia ada di luar jangkauan Avicenna ...
Aku melihat ke dalam hatiku sendiri.
Di situlah, tempatnya, aku melihat dirinya.
Dia tidak di tempat lain.

MEREKA YANG TAHU, TIDAK DAPAT BICARA
Kapan pun Rahasia Pemahaman diajarkan kepada semua orang
Bibir-Nya dijahit melawan pembicaraan tentang Kesadaran.

JOHA DAN KEMATIAN
Seorang anak laki-laki menangis dan berteriak di belakang jenazah ayahnya, ia berkata, "Ayah! Mereka membawamu ke tempat di mana tidak ada pelindung lantai. Di sana tidak ada cahaya, tidak ada makanan; tidak ada pintu maupun bantuan tetangga..."

Joha, diperingatkan karena penjelasan tampaknya mencukupi, berteriak kepada ayahnya sendiri:

"Orangtua yang dihormati oleh Allah, mereka diambil ke rumah kami!"

KECERDASAN DAN PEMAHAMAN SEJATI
Kecerdasan adalah bayangan dari Kebenaran obyektif
Bagaimana bayangan dapat bersaing dengan cahaya matahari?

REALITAS SEJATI
Di sini, tidak ada bukti akademis di dunia;
Karena tersembunyi, dan tersembunyi, dan tersembunyi.

JIWA MANUSIA
Pergilah lebih tinggi -- Lihatlah Jiwa Manusia!

PELEPASAN MENIMBULKAN PEMAHAMAN
Wahai Hati! Sampai dalam penjara muslihat,
kau dapat melihat perbedaan antara Ini dan Itu,
Karena pelepasan seketika dari Sumber Tirani;
bertahan di luar

KAU DAN AKU
Nikmati waktu selagi kita duduk di punjung, Kau dan Aku;
Dalam dua bentuk dan dua wajah -- dengan satu jiwa,
Kau dan Aku.
Warna-warni taman dan nyanyian burung memberi obat keabadian
Seketika kita menuju ke kebun buah-buahan, Kau dan Aku.
Bintang-bintang Surga keluar memandang kita --
Kita akan menunjukkan Bulan pada mereka, Kau dan Aku.
Kau dan Aku, dengan tiada 'Kau' atau 'Aku',
akan menjadi satu melalui rasa kita;
Bahagia, aman dari omong-kosong, Kau dan Aku.
Burung nuri yang ceria dari surga akan iri pada kita --
Ketika kita akan tertawa sedemikian rupa; Kau dan Aku.
Ini aneh, bahwa Kau dan Aku, di sudut sini ...
Keduanya dalam satu nafas di Iraq, dan di Khurasan --
Kau dan Aku.

DUA ALANG-ALANG
Dua alang-alang minum dari satu sungai.
Satunya palsu, lainnya tebu.

AKAN JADI APA DIRIKU?
Aku terus dan terus tumbuh seperti rumput;
Aku telah alami tujuhratus dan tujuhpuluh bentuk.
Aku mati dari mineral dan menjadi sayur-sayuran;
Dan dari sayuran Aku mati dan menjadi binatang.
Aku mati dari kebinatangan menjadi manusia.
Maka mengapa takut hilang melalui kematian?
Kelak aku akan mati
Membawa sayap dan bulu seperti malaikat:
Kemudian melambung lebih tinggi dari malaikat --
Apa yang tidak dapat kau bayangkan.
Aku akan menjadi itu.

RASUL
Rasul adalah mabuk tanpa anggur:
Rasul adalah kenyang tanpa makanan.
Rasul adalah terpesona, takjub:
Rasul adalah tidak makan maupun tidur
Rasul adalah raja di balik jubah kasar:
Rasul adalah harta benda dalam reruntuhan.
Rasul adalah bukan dari angin dan bumi:
Rasul adalah bukan dari api dan air.
Rasul adalah laut tanpa pantai:
Rasul adalah hujan mutiara tanpa menalang.
Rasul adalah memiliki ratusan bulan dan langit:
Rasul adalah memiliki ratusan cahaya matahari.
Rasul adalah bijaksana melalui Kebenaran:
Rasul adalah bukan sarjana karena buku.
Rasul adalah melebihi keyakinan dan kesangsian:
Karena Rasul apakah ada 'dosa' atau 'kebaikan'?
Rasul berangkat dari Ketiadaan:
Rasul telah tiba, benar-benar berangkat.
Rasul adalah, Tersembunyi, Wahai Syamsuddin!
Carilah, dan temukan - Rasul!

KEBENARAN
Nabi bersabda bahwa Kebenaran telah dinyatakan:
"Aku tidak tersembunyi, tinggi atau rendah
Tidak di bumi, langit atau singgasana.
Ini kepastian, wahai kekasih:
Aku tersembunyi di kaibu orang yang beriman.
Jika kau mencari aku, carilah di kalbu-kalbu ini."

ILMU PENGETAHUAN
Pengetahuan akan Kebenaran lenyap dalam pengetahuan Sufi. Kapan manusia akan memahami ucapan ini?

DEBU DI ATAS CERMIN
Hidup/jiwa seperti cermin bening; tubuh adalah debu di atasnya. Kecantikan kita tidak terasa, karena kita berada di bawah debu.

TINDAKAN DAN KATA-KATA
Aku memberi orang-orang
apa yang mereka inginkan.
Aku membawakan sajak karena mereka
menyukainya sebagai hiburan.
Di negaraku, orang tidak menyukai puisi.
Sudah lama aku mencari orang yang
menginginkan tindakan, tetapi
mereka semua ingin kata-kata.
Aku siap menunjukkan tindakan pada kalian;
tetapi tidak seorang pun akan menyikapinya.
Maka aku hadirkan padamu -- kata-kata.
Ketidakpedulian yang bodoh
akhirnya membahayakan,
Bagaimanapun hatinya satu denganmu.

KERJA
Kerja bukan seperti yang dipikirkan orang.
Bukan sekadar sesuatu yang
jika sedang berlangsung, kau
dapat melihatnya dari luar.
Seberapa lama kita, di Bumi-dunia,
seperti anak-anak
Memenuhi lintasan kita dengan debu dan batu dan serpihan-serpihan?
Mari kita tinggalkan dunia
dan terbang ke surga,
Mari kita tinggalkan kekanak-kanakan
dan menuju ke kelompok Manusia.

RUMAH
Jika sepuluh orang ingin memasuki sebuah rumah, dan hanya sembilan yang menemukan jalan masuk, yang kesepuluh mestinya tidak mengatakan, "Ini sudah takdir Tuhan."

Ia seharusnya mencari tahu apa kekurangannya.

BURUNG HANTU
Hanya burung bersuara merdu yang dikurung.
Burung hantu tidak dimasukkan sangkar

UPAYA
Ikat dua burung bersama.
Mereka tidak akan dapat terbang,
kendati mereka tahu memiliki empat sayap.

PENCARIAN
Carilah mutiara, saudaraku, di dalam tempurung;
Dan carilah keahlian diantara manusia di dunia.

TUGAS INI
Kau mempunyai tugas untuk dijalankan. Lakukan yang lainnya, lakukan sejumlah kegiatan, isilah waktumu secara penuh, dan jika kau tidak menjalankan tugas ini, seluruh waktumu akan sia-sia.

KOMUNITAS CINTA
Komunitas Cinta tersembunyi diantara orang banyak;
Seperti orang baik dikelilingi orang jahat.

SEBUAH BUKU
Tujuan sebuah buku mungkin sebagai petunjuk. Namun kau dapat juga menggunakannya sebagai bantal; Kendati sasarannya adalah memberi pengetahuan, petunjuk, keuntungan.

TULISAN DI BATU NISAN JALALUDDIN AR-RUMI
Ketika kita mati, jangan cari pusara kita di bumi, tetapi carilah di hati manusia.

Syair dan Puisi Jalaluddin Rumi (4)

“Jiwaku adalah sebuah perapian yang mereka gembira dengan api. Juga cinta, adalah sebuah perapian dan ego bahan bakarnya”

“Bagaimana kau akan mengenal sahabatmu yang sejati? Sakit bagi mereka sama berharganya dengan hidup. Seorang sahabat seperti emas. Penderitaan seperti api. Emas murni bergembira dalam api”

“Sedikit demi sedikit Allah menghilangkan keindahan manusia: sedikit demi sedikit pohon – pohon muda menjadi layu. Pergilah, bacalah Barang siapa kami beri umur panjang, Kami juga membuat mereka menyusut.
Carilah kehidupan rohani; Jangan tempatkan hatimu di atas tulang – tulang”

“Adakah sebuah jendela dari hati ke hati? Betapapun akhirnya, syaikh melihat segala pikiranmu seolah melalui jendela”

“Bagi mereka yang mencintai Allah, darah lebih baik daripada air. Kesalahan seorang kekasih lebih baik daripada seratus tindakan baik oleh siapapun”

“Keindahan hati adalah keindahan abadi; sudut – sudutnya memberi minum dari air kehidupan. Sungguh itulah air; yang bila dituangkan dan orang minum – ketiganya menjadi satu ketika jimatmu hancur: Keesaan tak dapat ditangkap dengan pemikiran”

“Dengan limpahan pertama yang menetes ke bumi, Adam menerima roh, Dan ketika Tuhan limpahkan setetes dari atas langit, lahirlah Jibril. Tuhan yang memilih orang – orang untuk menjadi penyebar Cinta. Baru kemudian Tuhan melimpahkannya pada semua orang”

“Allah tidak memerlukan nabi – nabi, tapi dengan keagungan dan karunia membuat Keindahan sinar-Nya memancar. Dari sinar itu Adam menerima ilmu tentang Tuhan. Dari pancaran cahaya itu Ibrahim menghadapi api tanpa merasa takut”

“Apakah yang sebenarnya kau miliki, dan apa yang telah kau peroleh? Mutiara – mutiara apa yang kauangkat dari dasar laut? Pada saat kematian, semua indra badani akan lenyap; Adakah sinar rohani yang akan mendampingi hatimu? Jika debu sudah menutupi mata ini dalam kubur, adakah kuburanmu masih akan terang bersinar?”

“Ketahuilah bahwa bentuk bentuk lahir akan sirna, tapi dunia nyata tetap ada selamanya. Berapa lama kau akan hanyut dalam bentu kendi? Tinggalkanlah kendi itu; carilah airnya!”

“Hati memakan makanan khusus dari setiap sahabat. Hati menerima gizi khusus dari setiap satu bentuk ilmu”

“Makin besar seseorang mencintai suara air yang tak tampak, akan makin banyak dia mencabut batu bata dari dinding untuk dilemparkan ke dalam sungai yang tak terlihat, karena mabuk oleh suara itu bagi orang yang tanpa cinta terdengar hanya seperti suara mendebur”

“Angkatlah kampakmu dan hantamkan seperti Ali di gerbang Khaibar. Atau rangkaikan duri – duri ini dengan mawar, bawalah apimu kepada cahaya Allah supaya apimu lenyap dalam cahaya-Nya dan semua duri menjadi mawar”

“Orang beriman adalah  sumber kasih sayang; rohani orang saleh yang jernih adalah air kehidupan”

“Mata yang jeli adalah seekor kuda; cahaya Tuhan adalah penunggangnya; tanpa ada penunggang kuda tak berguna. Cahaya Allah memacu mata jasmani. Jiwa merindukan Allah. Cahaya Allah memperkuat indra. Inilah arti Cahaya di atas Cahaya“

“Patahkan kemarahanmu, bukan anak panah; mata yang marah melihat air susu seperti darah. Sentuhlah anak panah dengan ciuman dan bawalah kepada Raja, anak panah telah berkata oleh darahmu sendiri”

“Tiada cermin kembali menjadi besi; tiada roti kembali menjadi gandum; tiada anggur masak kembali menjadi buah yang masam. Matangkan dirimu dan jagalah dari perubahan yang lebih buruk. Jadilah Cahaya”

“Agama Cinta adalah tak seperti yang lain. Bagi para kekasih, satu – satunya agama dan iman adalah Allah”

“Kasih sayang menarik bagi sang wah, seperti obat yang menyembuhkan rasa sakit. Dimana ada rasa sakit, pengobatan mengikuti. Dimana ada tanah yang rendah, ke sana air mengalir. Kalau kau menginginkan air kasih sayang, bersikaplah rendah hati, kemudian minumlah anggur kasih sayang sampai mabuk. Kasih sayang demi kasih mengalir di kepalamu seperti air bah. Janganlah hanya memilih pada satu kasih sayang, wahai anak. Taruhlah langit dibawah kakimu. Dan dengarkan suara musik dari langit di setiap tempat kau berada”

“Kami akan menyembunyikan kebenaran dari orang yang dirundung kesedihan yang menengoknya jatuh dari atas atap, tapi itu tak dapat bersembunyi. Sementara orang yang bodoh tak dapat melihatnya. Cermin hati harus bersih, supaya kau tahu mana yang buruk mana yang indah”

“Ingatlah pepatah: Manusia adalah sekumpulan tambang. Satu tambang mungkin berguna untuk seratus ribu. Satu tambang batu delima dan batu merah dan masih mengendap lebih berharga daripada tambang tembaga yang tak terhitung banyaknya. Wahai Ahmad, kekayaan disini tak ada gunanya! Apa yang diinginkan adalah hati yang penuh cinta, derita dan keluh kesah”

“Kau bisa putus asa menemukan sahabat Tuhan yang sejati, tapi selama harta karun masih ada di dunia ini, janganlah memikirkan barang berharga yang sudah habis musnah. Pergilah kepada setiap darwisy secara acak. kalau kau sudah menemukan seorang wali yang sejati, bersahabatlah dengan dia secara teratur. Kalau mata batin belum memberi jaminan kepadamu. Pikirkan selalu bahwa barang berharga bisa berada pada siapa saja”

“Dengarkanlah dari jantung misteri – misteri! Pahamilah apa yang bisa engkau pahami! Dalam hati bagai batu bersemayam api yang membakar segala selubung menuju akar dan inti. Tatkala semua telah terbakar, hati dapat sepenuhnya memahami riwayat Khidhr dan ilmu Tuhan. Cinta lama akan mengejawantahkan bentuk – bentuk yang selalu baru di antara roh dan hati”

“Tuhan, sungguh rahmat-Mu yang penuh rahasia. Selamatkanlah kami daris egala yang mungkin kami lakukan dengan tangan kami sendiri. Singkapkanlah selubung itu, tapi dangan disobek. Selamatkanlah kami dari ego yang tikamannya sampai ke tulang – tulang kami. Siapakah kalau bukan Kau yang akan menghancurkan rantai – rantai ini? Biarlah kami kembali dari diri kami kepada-Mu, Yang lebih dekat kepada kami daripada kami sendiri. Doa ini pun hanya karena karunia-Mu kepada kami. Bagaimana lagi sebuah taman mawar tumbuh dari timbunan abu ini?”

Jalaluddin Rumi
Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri (Jalaluddin Rumi) atau sering pula disebut dengan nama Rumi adalah seorang penyair sufi yang lahir di Balkh (sekarang Afganistan) pada tanggal 6 Rabiul Awwal tahun 604 Hijriah, atau tanggal 30 September 1207 Masehi.
Karya utama Jalaluddin Rumi, yang secara umum dianggap sebagai salah satu buku luar biasa di dunia, adalah Matsnawi-i-Ma'anawi (Couplets of Inner Meaning). Percakapan informalnya (Fihi ma Fihi), surat-surat (Maktubat), Diwan dan hagiografi Manaqib al-Arifin, semuanya mengandung bagian-bagian penting dari ajaran-ajarannya.